Penyebab Sakit Leher,- Pada umumnya saat orang dewasa merasakan sakit di leher, penyebabnya tidak lain adalah aktivitas yang berlebih yang memberatkan sekitar bahu dan lengan, hingga posisi salah tidur dengan bantal terlalu tinggi. Tapi, apakah yang menyebabkan sakit leher pada anak-anak?
Penyebab Sakit Leher Yang Menyerang Anak-Anak
Dikutip dari laman hellosehat, penyebab dari rasa sakit di leher pada anak-anak terjadi karena beberapa faktor penyebab. Diantaranya :
- Posisi saat tidur.
Penyebab sakit leher pada anak salah satunya adalah posisi saat tidur yang salah. Entah itu terlalu menekuk karena bantalnya terlalu pendek atau membungkuk karena bantalnya terlalu tinggi. Akibat dari posisi tidur yang salah ini dapat mengakibatkan ketegangan otot hingga memicu rasa sakit di leher, bahu, dan punggung. Anak Anda mungkin akan merasa kesakitan saat menengok ke samping atau melihat ke bawah karenanya.
- Posisi duduk yang salah.
Sakit leher pada anak yang kedua penyebabnya tidak lain adalah posisi duduk yang salah dalam jangka waktu yang lama. Contoh : Saat bermain komputer atau gadget, membaca buku, hingga menonton TV. Jika semua aktivitas ini dilakukan sambil duduk membungkuk atau bahkan tengkurap, maka hal ini dapat meningkatkan risiko sakit leher pada anak.
- Pembengkakan kelenjar getah bening.
Penyebab yang ketiga saat anak mengalami sakit leher kondisi ini dapat terjadi karena pembengkakan kelenjar getah bening. Sebenarnya hal tersebut wajar saja terjadi sebagai respon tubuh terhadap infeksi yang masuk seperti pilek, flu, atau radang tenggorokan. Namun tetap saja pembengkakan kelenjar getah bening yang menyerang anak dapat menyebabkan nyeri di satu atau kedua sisi leher. Anak biasanya akan mengeluh sakit di bawah telinga dan rahang.
- Cedea saat olahraga.
Sangat wajar jika anak sering terjatuh saat sedang bermain atau berolahraga. Ya, hal ini karena anak Anda mungkin sedang aktif-aktifnya bergerak dan ingin mengeksplor banyak hal. Namun saat anak terjatuh dan mengalami benturan keras di kepala dapat menyebabkan keseleo atau tegang pada leher anak. Alangkah baiknya sebagai orangtua tetap awasi anak Anda saat sedang bermain, olahraga, atau aktivitas apa pun di luar. Jika cedera leher anak cenderung memburuk dan tak kunjung sembuh, segera bawa anak Anda ke dokter terdekat.
- Meningitis.
Tidak semua kasus sakit pada leher yang menyerang anak-anak bisa disepelekan. Faktanya, jika anak Anda menderita demam dan tidak dapat menggerakkan lehernya disertai rasa sakit, maka ini bisa jadi pertanda Meningitis. Selain sakit leher, gejala dari Meningitis pada anak akan diiringi gejala lain seperti sakit kepala, timbul ruam, hingga penurunan nafsu makan.
Demikianlah artikel tersebut, semoga informasi di dalamnya bermanfaat untuk Anda.
Salam sehat :)
0 komentar:
Post a Comment