Gejala Penyakit Mumps,- Mumps atau Gondok termasuk penyakit menular yang penyebabnya adalah virus. Virus ini menular dari satu orang ke orang lainnya melalui air liur penderita, sekresi hidung, serta kontak langsung dengan penderita. Mumps disebut juga Parotitis, merupakan penyakit yang diketahui menjangkiti hampir seluruh masyarakat di dunia, pun termasuk Indonesia.
Biasanya, orang-orang yang menderita Mumps adalah anak-anak berusia 2 sampai 14 tahun. Mereka yang berisiko menderita Mumps atau tertular Mumps adalah mereka yang menggunakan atau mengkonsumsi jenis obat-obat tertentu yang menekan hormon kelenjar tiroid, serta mereka yang kekurangan zat Iodium dalam tubuh. Kasus kematian akibat penyakit Mumps memang jarang dilaporkan. Namun, sebagian besar kasus Mumps yang fatal justru pada penderita usia 19 tahun.

Mengenal Gejala Mumps.
Gejala dari penyakit Mumps atau Gondok akan muncul saat 2 sampai 3 minggu pasien terinfeksi. Hampir kurang lebih 20 persen penderita yang terjangkit virus penyebab Mumps tidak mengalami gejala-gejala Mumps. Rata-rata gejala akan muncul saat masa tunas ( masa inkubasi ) penyakit yaitu sekitar 12 sampai 24 hari, dengan rata-rata 17 sampai 18 haru. Dan gejala yang timbul, meliputi :
- Kelelahan umum.
- Demam (tingkat rendah).
- Sakit kepala.
- Pegal-pegal.
- Terkadang nyeri telinga.
- Kehilangan nafsu makan.
- Mual.
- Nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah.
- Kaku pada rahang.
- Rasa sakit di sisi wajah tempat bengkak.
- Kesulitan menelan.
- Mulut kering.
- Nyeri pada persendian.
- Rasa sakit di sisi wajah tempat bengkak.
Gejala utamanya adalah kelenjar Parotis membengkak dan menimbulkan rasa sakit. Satu diantara tika kelompok kelenjar air liur mengakibatkan pipi membengkak. Konsultasikan kembali dengan dokter Anda mengenai gejala penyakit Mumps.
Pada orang dewasa yang terkena penyakit Mumps, biasanya mengalami gejala yang sama namun kadang-kadnag bisa sedikit lebih buruk dan memungkinkan mengalami komplikasi.
Kurang lebih 70 sampai 80 persen dari pembengkakan terjadi pada dua sisi. Pembengkakan pada umumnya berlangsung kurang lebih 3 sampai 5 hari. Kemudian akan mengempis disertai dengan gejala demam yang membaik. Kadang-kadang sampai mengalami pembengkakan di kelenjar air liur dibawah rahang, submaksilaris, kelenjar di bawah lidah, serta bengkak di buah zakar ( pada pria ) karena penyebarannya melalui aliran darah.
Pengobatan dan Komplikasi Mumps.
Karena Mumps adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, maka untuk mengobatinnya digunakanlah antibiotik. Antibiotik ini akan membantu meringankan gejala sampai infeksi telah berjalan dan tubuh telah membangun sistem imun kekebalan tubuh, seperti flu. Dalam kebanyakan kasus, orang pulih dari gondong dalam waktu dua minggu.
Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala Mumps, yaitu :
- Mengompres bagian yang membengkak dengan air dingin atau hangat untuk mengurangi rasa sakit.
- Makan-makanan yang lembek atau cair untuk mempermudah mengunyah yang terasa menyakitkan.
- Beristirahat yang cukup dan tidur.
- Berkumur air garam hangat.
- Minum obat Mumps yang bermanfaat sebagai penghilang rasa sakit.
- Konsumsi banyak cairan, air minum baik untuk dikonsumsi. Sebaiknya hindari jus buah karena bisa merangsang produksi air liur, yang bisa menyakitkan.
- Banyak obat penghilang rasa sakit tersedia yang bisa dibeli di pasaran atau online, seperti asetaminofen atau ibuprofen.
Jika Mumps tidak juga mendapatkan penanganan, maka risiko komplikasi bisa terjadi. Berikut ini adalah sejumlah risiko komplikasi yang terjadi jika Mumps atau Gondok tidak diobati.
- Polineuritis.
- Infeksi otot jantung atau miokarditis.
- Infeksi kelenjar tiroid.
- Thrombocytopenia purpura.
- Transient myelitis.
- Mastitis atau peradangan payudara.
- Gangguan sensorineural telinga dan gangguan pendengaran.
- Peradangan sendi bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi.
- Pnemonia atau infeksi paru-paru ini juga pernah dilaporkan sebagai komplikasi pada penderita penyakit gondong.
- Nefritis atau peradangan ginjal bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental dalam jumlah yang banyak.
Penyakit Mumps sebenarnya termasuk penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya. Ada baiknya penderita Mumps menghindari konsumsi makanan atau minuman yang asam untuk menghindari nyeri semakin parah. Tidak hanya itu saja, dengan pemberian imunomodulator belum terdapat laporan penelitian yang menjunjukkan efektifitasnya.
Demikianlah selengkapnya mengenai penyakit dan Gejala Penyakit Mumps. Semoga bermanfaat untuk Anda. Salam :)
0 komentar:
Post a Comment