Pengertian penyakit Kelenjar Getah Bening, Gejala, Penyebab, Tips Mencegah dan Cara Mengobati Secara Alami Dengan Ramuan Jamu Herbal.

Saturday, March 2, 2019

Akibat Gangguan Tiroid Menyebabkan Wanita Sulit Hamil

Dikatakan bahwa gangguan tiroid yang dialami wanita membuat kesuburan menjadi menurun, sehingga membuat peluang untuk hamil merosot tajam. Benarkah demikian?

Akibat Gangguan Tiroid Menyebabkan Wanita Sulit Hamil

Gangguan Tiroid Menyebabkan Wanita Sulit Hamil.

Gangguan tiroid yang terjadi 1 sampai 5 persen pada pasangan di dunia mengalami gangguan kesuburan. Penyebabnya pun beragam, namun salah satunya ternyata berkaitan dengan gangguan tiroid yang dialami oleh wanita pada usia reproduksi.

Tiroid merupakan sebuah kelenjar kecil, di leher berbentuk seperti kupu-kupu. Fungsinya adalah memproduksi dua jenis hormon yaitu tetraiodotironin (T4) and triiodotionin (T3). Keduanya berperan utama dalam mengontrol penggunaan energi oleh sel-sel tubuh. Dengan kata lain, kelenjar tiroid mengatur metabolisme tubuh melalui pengeluaran hormon-hormon tersebut.

Pada saaat kelenjar tiroid mengalami gangguan fungsi, maka produksi hormon bisa menjadi kelebihan atau sebaliknya ( kekurangan ). Akibatnya, kondisi tersebut akan memengaruhi laju metabolisme dan memicu gangguan menstruasi. Tidak sampai disitu saja, akibat gangguan tiroid, dapat membuat proses pelepasan sel telur yang siap dibuahi setiap bulannya menjadi terhambat. Hal ini karena tidak ada sel telur yang dilepaskan, maka tidak ada peluang untuk mendapatkan siklus menstruasi yang normal dan hamil.

Tentang Hipertiroid dan Kesuburan.

Hipertiroidisme adalah salah satu gangguan pada tiroid dimana ketika kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon T4 dan/atau T3. Gejala yang khas pada Hipertiroidisme yaitu jantung berdebar dan berdetak dengan cepat, tekanan darah meningkat, serta tangan gemetaran. Akibat dari kelebihan metabolisme pada Hipertiroidisme juga menyebabkan suhu tubuh meningkat. Untuk mengompensasinya, maka tubuh akan mengeluarkan keringat yang berlebihan serta merasa tidak tahan berada dalam suhu lingkungan yang panas. Gejala lainnya yaitu meningkatnya frekuensi buang air besar dan penurunan berat badan meski nafsu makan tetap atau bahkan meningkat.

Terkait dengan gangguan kesuburan, ditemukan jika Hipertiroidisme terjadi pada 2 dari 100 ( sekitar 2,3 persen ) wanita usia reproduksi. Dalam kelompok ini, Hipertiroidisme berhubungan dengan kemunculan menstruasi yang tidak teratur. Frekuensi menstruasi bisa menjadi lebih jarang atau lebih sering.

Hipotioid pada Kesuburan.

Hipotiroidisme merupakan kondisi dimana tubuh tidak cukup memproduksi hormon tiroid. Keadaan ini akan membuat fungsi dan metabolisme tubuh melambat. Tanda dan gejala hipotiroidisme bervariasi pada setiap individu, namun kadang samar sehingga tidak disadari. Gejala awalnya yaitu rasa lelah dan mengalami peningkatan berat badan yang terjadi secara perlahan. Lalu gejala akan semakin jelas seiring dengan melambatnya proses metabolisme. Jika sudah seperti ini, yang terjadi adalah sensitif terhadap udara dingin, sembelit (konstipasi), kulit kering, wajah bengkak, suara serak, kelemahan otot, peningkatan kadar kolesterol, nyeri otot dan sendi, rambut rontok, detak jantung melambat, hingga gangguan daya ingat. Kelenjar tiroid pun dapat membengkak sehingga ditemukan benjolan leher.

Perbedaan Hipotiroidisme dengan Hipertiroidisme adalah, Hipertiroidisme pada umumnya terjadi pada usia reproduksi, sedangkan Hipotiroidisme bisa dialami oleh semua kelompok usia termasuk bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Hal yang pasti, angka kejadiannya jauh lebih banyak pada wanita daripada pria.

Pada anak-anak dan remaja, Hipotiroidisme yang dialami oleh anak-anak dan anak remaja perlu dicurigai jika pubertas terlambat dan ada hambatan dalam mencapai “kematangan” seksual. Sedangkan pada wanita usia reproduksi, kondisi ini berkaitan dengan adanya gangguan pada siklus menstruasi yang dapat berupa frekuensi menstruasi menjadi jarang (oligomenore), jumlah darah menstruasi berlebihan (menoragia), atau tidak menstruasi sama sekali (amenore). Meskipun hanya dialami oleh sekitar 0,5 persen wanita di usia reproduksi, Hipotiroidisme yang tidak mendapatkan pennaganan dapat memengaruhi peluang hamil secara signifikan. Hal ini dikarenakan proses ovulasi sudah terhambat akibat kekurangan hormon tiroid yang akhirnya memicu pembentukan kista di dalam indung telur dan meningkatkan produksi hormon prolaktin. Keduanya membuat proses ovulasi semakin sulit, sehingga peluang hamil pun kecil.

Apakah bisa hamil dengan gangguan Tiroid?

Wanita yang mengalami gangguan tiroid, baik Hipertiroidisme maupun Hipotiroidisme, sebenarnya tetap bisa hamil jika kadar hormon dinormalkan kembali. Dengan catatan, tidak ada hal lain yang menyebabkan gangguan kesuburan. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gangguan kesuburan dan gejala-gejala yang mengarah pada gangguan Tiroid, jangan tunda hingga esok untuk berobat ke dokter. Dengan begitu, diharapkan gangguan tiroid yang Anda alami tidak akan menghalangi mimpi untuk segera memiliki momongan.

Demikianlah selengkapnya tentang Akibat Gangguan Tiroid Menyebabkan Wanita Sulit Hamil. Semoga informasi diatas bermanfaat untuk Anda. Salam sehat :)

0 komentar:

Post a Comment