Sering kali gejala dari penyakit Tiroid mirip dengan tanda-tanda kesehatan lain seperti menopause dan depresi. Dilansir dari liputan6, 1 dari 8 wanita akan mengalami kelainan tiroid selama hidupnya. Namun, kurang lebih 60 persen orang dengan penyakit tiroid tidak menyadari bahwa mereka memilikinya.

Terlebih lagi, pada tahap diagnosis Hipotiroidisme salah satu masalah tiroid yang paling umum. Sebagian orang menganggap, hasil tes tidak selalu menawarkan jawaban pasti. Itulah mengapa Anda harus menjaga diri sendiri untuk tetap sehat. Berikut ini adalah hal penting yang perlu diketahui setiap wanita mengenai tiroid.
- Masalah tiroid banyak terjadi pada wanita.
Sekitar 10 persen wanita memiliki beberapa bentuk Hipotiroidisme. Hal ini membuat wanita delapan kali lebih mungkin mengalami gangguan tiroid dibandingkan pria. Dan mereka yang berusia di atas 60 semakin berisiko.
- Gejala awalnya sulit diketahui.
Saat tiroid aktif, maka energi Anda bisa menurun, merasa kedinginan dan lemah, detak jantung yang melemah, dan kepala terasa pening. Hipotiroidisme juga berkaitan dengan risiko peningkatan diabetes tipe dua dan ketidaksuburan. Kebalikannya terjadi pada hipertiroidisme, yang menyebabkan percepatan fungsi tubuh.
- Tiroid merupakan penghasil energi meskipun kecil.
Kelenjar tiroid mempunyai bentuk serupa kupu-kupu. Terletak di pangkal leher Anda dan sering dikaitkan dengan segala hal mulai dari kelelahan hingga kenaikan berat badan. Hormon tiroid memengaruhi hampir semua organ dan proses di dalam tubuh.
- Perubahan hormonal yang berkaitan dengan usia.
Hipotiroidisme mempunyai banyak gejala yang umum, seperti kelelahan, menstruasi tidak teratur, dan penambahan berat badan sehingga sulit bagi wanita untuk memisahkan kedua masalah tersebut. Petunjuk bahwa gejala Anda mungkin ada kaitan dengan tiroid daripada menopause: Anda memiliki riwayat penyakit tiroid di keluarga (tanyakan pada ibu atau saudara perempuan Anda jika Anda tidak yakin) atau Anda memiliki masalah autoimun seperti diabetes tipe satu atau penyakit celiac (Peradangan yang disebabkan oleh penyakit autoimun -- ketika sistem kekebalan tubuh Anda menyerang tiroid -- adalah penyebab hipotiroidisme yang paling umum).
- Dokter menggunakan tes yang sama untuk memeriksa kadar tiroid.
Langkah pemeriksaan pertama adalah memeriksa kadar TSH Anda dengan tes darah cepat. Jika TSH Anda tinggi atau abnormal, itu bisa berarti tiroid Anda tidak berfungsi dengan baik dan tubuh Anda mencoba melepaskan lebih banyak TSH untuk memberi tahu tiroid untuk beraksi. Namun, hal "normal" bisa menjadi subjektif. Banyak ahli mempertimbangkan kisaran normal untuk TSH menjadi 0,5 sampai 5 mIU / L, jadi jika hasil tes dalam kisaran ini, dokter tidak akan menawarkan perawatan. Adapun ahli lain yang integratif atau berpikiran holistis, mungkin mempertimbangkan perawatan jika hasilnya dalam kisaran normal (misal, 2,5-4 mIU / L) tapi Anda mengalami gejala. Dokter Anda mungkin juga ingin menguji tingkat T3 atau T4 Anda untuk mendapatkan kesehatan tiroid Anda.
- Kapan dan apa yang Anda makan dapat membantu tiroid.
Saran dari ahli kesehatan, makanlah secukupnya, makan teratur sepanjang hari mungkin memiliki dampak positif pada tingkat hormon tiroid (T3).
- Pengobatannya sangat efektif.
Levineroxine-synthetic T4 adalah salah satu obat yang paling banyak diresepkan. Lebih umum lagi amoxicillin atau Lipitor. Meski obatnya aman, Anda perlu mengonsumsinya pada waktu yang sama setiap pagi dengan perut kosong, satu jam sebelum makan. Jika berhasil, Anda harus melakukannya dalam beberapa waktu. Makin gemuk tanda tiroid? Penambahan berat badan, kelelahan, dan dorongan seksual rendah bisa terjadi karena tiroid. Itulah mengapa penting bagi dokter untuk melihat semua hal, termasuk hasil tes, gejala, dan faktor risiko.
- Ketahuilah kapan harus diskrining.
Menurut seorang dokter salah satunya mengkhususkan diri pada kesehatan tiroid dan instruktur kedokteran di Harvard Medical School. Anda mungkin juga ingin diskrining jika Anda mempunyai faktor risiko seperti riwayat keluarga penyakit tiroid atau riwayat kondisi autoimun pribadi atau keluarga.
- Mengonsumsi lebih banyak makanan dengan Selenium juga bisa membantu.
Satu studi menemukan bahwa selenium dapat membantu mencegah gangguan tiroid pada orang dengan tiroiditis Hashimoto, suatu kondisi autoimun yang dapat menyebabkan hipotiroidisme. Jumlah mineral harian yang disarankan untuk wanita adalah 55 mcg per hari; Anda bisa menemukannya di seafood, kacang Brasil, dan telur.
Demikianlah selengkapnya mengenai Berat Badan Gampang Naik, Waspada Gejala Tiroid. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk Anda.
Salam sehat :)
0 komentar:
Post a Comment