Saat tubuh menunjukkan gejala berkeirngat berlebih saat malam hari, perlu Anda waspadai kondisi tersebut terjadi akibat tanda-tanda dari kondisi penyakit tertentu. Dan salah satu gejala penyakit yang ditandai dengan munculnya keringat berlebih di malam hari yaitu penyakit Kanker Kelenjar Getah Bening.
Kanker Kelenjar Getah Bening atau disebut juga sebagai Kanker Limfoma, adalah kondisi dimana terjadi kelainan pada sistem limfatik yang menyebabkan pembesaran pada Kelenjar Getah Bening.

Berkeringat Berlebihan Pada Malam Hari Gejala Penyakit Kelenjar Getah Bening?
Dilansir dari laman Cancer Treatment Centers of America, terdapat 500 Kelenjar Getah Bening di seluruh tubuh kita, dan semuanya saling terhubung dengan jaringan pembuluh darah getah bening. Adapun contoh letak dari Kelenjar Getah Bening yang sering ditemukan adalah pada area leher, ketiak, sela paha atau selangkangan, perut, panggul dan juga dada.
Kelenjar getah bening bersirkulasi di sel darah putih. Lalu saat konsentrasi sel darah putih meningkat sebagai bagian dari respons kekebalan tubuh terhadap virus atau infeksi, kelenjar getah bening akan mengalami pembengkakan. Dalam beberapa kasus, pembengkakan ini terjadi disebabkan oleh suatu kondisi yang salah satunya adalah Kanker.
Penyebab dan gejala Kelenjar Getah Bening.
Dikala sel-sel melawan infeksi sistem kekebalan tubuh atau limfosit, kondisi ini berakibat pada Kanker Kelenjar Getah Bening. Sel-sel ini kemudian akan berada pada Kelenjar Getah Bening, limpa, timus, sumsum tulang dan semakin tersebar ke bagian tubuh lainnya. Adapun gejala saat Kanker kemudian menyerang getah bening, diantaranya timbul benjolan di beberapa bagian tubuh dimana Kelenjar Getah Bening berada, yaitu leher, ketiak dan selangkangan. Gejalanya terdiri dari berkeringat di malam hari, muncul reaksi batuk, demam, sakit perut, merasa lelah, berat badan menurun serta gatal-gatal.
Pembengkakan Kelenjar Getah Bening dimulai saat sel darah putih atau yang disebut limfosit ini melawan penyakit dengan mengembangkan mutasi genetik. Terjadinya mutasi sel ini berakibat pada sel yang terus berkembang biak dan menyebabkan limfosit terus bertambah banyak. Dengan terjadinya mutasi tersebut, sel-sel darah putih kemungkinan masih bisa hidup saat sel-sel lainnya akan mati. Kondisi inilah yang pada akhirnya menyebabkan limfosit terlalu banyak namun sayangnya tidak terlalu efektif di kelenjar getah bening dan menyebabkan pembengkakan.
Adapun sejumlah faktor risiko yang mempengaruhi seseorang menderita Kanker Kelenjar Getah Bening yaitu sistem kekebalan tubuh yang lemah, berjenis kelamin pria, dan menderita penyakit infeksi tertentu. Penting untuk Anda ketahui bahwa Limfoma berbeda dengan leukemia. Kanker Limfoma berawal dari limfosit yang mencoba melawan infeksi. Sedangkan leukemia berawal dari sel pembentuk darah di dalam sumsum tulang.
Dilansir dari American Cancer Society, mengungkap jika tahap Limfoma menggambarkan luasnya penyebaran tumor dengan menggunakan angka Romawi I, II, III, atau IV (1 hingga 4). Sistem pementasan ini sangat membantu untuk subtipe limfoma yang paling umum. Untuk subtipe lainnya, penyakit ini dapat menyebar ke seluruh tubuh lain pada saat didiagnosis. Dalam situasi tersebut, faktor prognostik menjadi lebih.
Penting untuk diingat bahwa bahkan limfoma tahap IV sering dapat berhasil diobati. Setiap tahap juga akan diberi huruf (A atau B). B ditambahkan (tahap IIIB, contohnya) yaitu saat seseorang memiliki salah satu dari gejala B, dengan kehilangan lebih dari 10 persen berat badan selama 6 bulan sebelumnya tanpa diet. Demam yang tidak dapat dijelaskan terjadi pada suhu sekitar 38° C, serta berkeringat di malam hari. Jika tidak ada gejala B, huruf A ditambahkan ke tahap tersebut.
0 komentar:
Post a Comment